Matinya Raksasa Tua Yang Masih Congkak

Media CetakBelakangan ini khalayak banyak membicarakan runtuhnya perusahaan-perusahaan besar IT dunia.

Nokia yang begitu perkasa sebagai penguasa pasar gadget terpaksa harus gulung tikar dihantam kelahiran iphone.

Microsoft yang merajai pasar software juga nampak mulai kelimpungan terbukti mereka kini menggratiskan Windows 10, agar masyarakat masih tetap enjoy di depan desktop.

Berada di puncak terkadang sering menjadikan orang lupa diri, merasa besar dan takabur.

Dan kealpaan seperti itulah yang terjadi pada perusahaan-perusahaan perumahan, real esate, broker properti dan media-media cetak yang mengiklankan produk rumah dan properti di negara ini.

Sampai hari ini, kebanyakan mereka masih terpaku pada paradigma lama dalam memasarkan produknya yaitu berkisar: iklan media cetak, pameran, banner, umbul-umbul di jalan, open house dan TIDAK berorientasi pada penyebaran informasi lewat media digital.
Continue reading

Antisipasi Kelangkaan Rumah Murah Indraprasta Luncurkan Tipe 36 Harga 125 Juta

t36-91Ketersediaan rumah murah bagi masyarakat menengah ke bawah semakin langka saat ini. Faktor utama penyebabnya adalah harga tanah yang telah rusak akibat invasi pengembang besar di Kabupaten Sidoarjo dan harga bahan bangunan yang melonjak tidak terkendali.
Sulitnya developer mengembangkan rumah murah ternyata juga terbentur dengan regulasi pemerintah yang membatasi pembangunan rumah minimal tipe 36 dengan luas tanah minimal 90 m2. Pemerintah beranggapan bahwa pengembangan rumah kecil tidak dapat mengangkat retribusi daerah justru akan melahirkan dampak sosial yang buruk bagi lingkungan.

Kebijakan pemerintah yang tidak mendukung eksistensi rakyat kecil ini justru jadi bumerang bagi pemerinah daerah. Dengan sulitnya masyarakat mendapatkan hunian yang murah justru menyuburkan tumbuhnya kos-kosan kumuh dan kavlingan liar yang tidak sesuai dengan tata ruang kota yang layak.
Continue reading

Harga Naik, Penjualan Rumah ‘Rontok’

Suhendra – detikfinance

tipe30-wiratha-indraprasta-villageJakarta – Bank Indonesia (BI) dalam surveinya mencatat terjadi penurunan penjualan rumah di awal tahun khususnya triwulan I-2012. Padahal penjualan rumah selama lima triwulan berturut-turut selalu mengalami kenaikan.

“Hasil survei menunjukan terjadi penurunan penjualan secara triwulan pada semua tipe rumah terutama rumah tipe kecil. Tidak terjualnya beberapa unit hunian di bawah tipe 36 terkait UU No 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan pemukiman diduga berimbas pada penurunan penjualan rumah tipe kecil,” jelas survei BI tersebut seperti dikutip Minggu (20/5/2012).

Penjualan rumah yang paling rendah terjadi di Makassar khususnya jenis rumah tipe kecil. Sementara penjualan yang terbesar masih di Jabodetabek khususnya untuk penjualan rumah kecil.

“Sebagian besar responden menyatakan bahwa dibandingkan dengan triwulan sebelumnya permintaan dan penawaran properti residensial di 14 kota cenderung tetap. Sama halnya dengan triwulan I-2012, pada triwulan II-2012 responden memperkirakan kondisi permintaan dan penawaran rumah cenderung tetap untuk semua tipe rumah,” katanya.

BI juga mencatat kenaikan harga rumah secara triwulanan (qtoq), selama periode triwulan I-2012 untuk semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 0,90% (qtoq). Wilayah Padang mengalami kenaikan harga paling tinggi sebesar 2,17%, rumah tipe besar di wilayah ini naik 3,09%.

“Peningkatan harga yang cukup tinggi juga terjadi di wilayah Palembang, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 3,31%.

Sementara itu untuk periode tahunan (yoy) harga rumah untuk semua tipe naik namun melambat dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada tipe kecil 4,42%.

“Kenaikan harga paling tinggi terjadi di wilayah Medan 6,39%, terutama untuk tipe besar 7,72%. Kenaikan harga juga terjadi di wilayah Makassar 6,4%, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 6,04% dengan peningkatan paling tinggi terjadi pada rumah tipe menengah 9,12%,” jelas survei itu.

Survei harga properti residensial merupakan survei tiga bulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1999 oleh BI. Dilakukan terhadap sampel kalangan pengembang properti di 12 kota yaitu Medan, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

Wilayah Jabodetabek mulai disurvei pada triwulan I-2002, dan pada triwulan I-2004 ditambah kota Pontianak sehingga menjadi 14 kota. Total responden yang disurvei mencakup 45 pengembang utama di Jabodetabek dan Banten dan sekitar 215 pengembang di 13 kantor Bank Indonesia.

Istilah rumah kecil dalam survei ini merujuk pada rumah dengan tipe di bawah 36 m2, sedangkan rumah tipe menengah dalam rentang 36-70 m2 dan rumah tipe besar , dengan ukuran di atas 70 m2.

(hen/wep)

Sumber: http://finance.detik.com

Wajib Tipe 36, Harga Rusun Termurah Bisa Capai Rp 300 Juta

apartemen-bestsurabayapropertyJakarta – Pengembangan properti mengkritik Undang-Undang Rumah Susun (Rusun) yang belum lama ini disahkan. Mereka menilai UU ini tidak mengakomodir kepentingan stakeholder dan masyarakat.

Kewajiban minimal bangunan 36 m2, maka harga jual hunian rusun non subsidi termurah bisa mencapai Rp 300 juta. Harga ini akan sulit diserap masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah (MBR).

“Pembahasan Undang-Undang baru, tentang Rusun tidak kondusif,” kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jakarta, Rudy Margono, di Jakarta, Selasa (20/12/2011).

Ia menjelaskan, tidak seluruh masyarakat Indonesia berpenghasilan tinggi atau mempunyai tingkat ekonomi layak. Maka sungguh kontradiktif saat pemerintah mendorong masyarakat memiliki rumah, tapi regulasi membatasi luas hunian dengan harga tinggi.

“Tidak semua mempunyai daya beli Rp 300 juta. Di Australia saja ada tipe 18 m2. Bagaimana yang tidak punya rumah?,”tambahnya.

Rudy melanjutkan, agar seluruh masyarakat mampu memiliki rumah, pengembang swasta harus terlibat. Namun dengan regulasi tersebut, tidak mungkin dapat terwujud.

“Pasar properti masih cukup bagus tahun depan. Growth terus mengikuti pertumbuhan ekonomi. Tapi peraturan merusak iklim ekonomi, dengan UU baru,” tegasnya.

Untuk itu, REI Jakarta mendorong pemerintah menerbitkan pentunjuk pelaksana UU Rusun tersebut, yang lebih mengakomodir fakta di lapangan.

“Kalau suplai nggak ada, gimana? Apalagi dengan kemacetan yang selama ini belum teratasi. Maka kita coba Jutlak-nya (petunjuk pelaksanaanya),” imbuhnya.

Rencananya ketentuan wajib hunian tipe 36 akan berlaku Januari 2012. Berdasarkan UU No 1 Tahun 2011 soal perumahan pasal 22 ayat 3 berbunyi Luas lantai rumah tunggal dan rumah deret memiliki ukuran paling sedikit 36 (tiga puluh enam) meter persegi.

Sementara RUU Rusun resmi disahkan DPR (18/10/2011) menjadi undang-undang (UU). Dalam UU ini memang ada insentif pembangunan rusun.

(wep/hen)

Sumber: detik.com

REGENCY JAYA MASPION PERMATA, SIAP REALISASIKAN 100 RUMAH

LOKASI ALOHA, SELATAN SURABAYA, HANYA 190 JUTAAN

Cluster Alexandrite dengan keamanan One Gate System  telah terjual hampir 65%

Cluster Alexandrite dengan keamanan One Gate System telah terjual hampir 65%

Memiliki rumah idaman yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan kadang sulit diwujudkan. Ingin memiliki rumah yang lokasinya strategis, fasilitas lengkap tapi harganya selangit. Cocok lokasi dan harganya, namun Uang Muka jadi kendala.

Saat ini rumah yang anda idamkan bisa didapatkan Perumahan Jaya Maspion Permata. Disamping lokasinya yang strategis (di Aloha), juga berdekatan dengan berbagai fasilitas umum yaitu Bandara Juanda, Depo Bangunan, Lotte Mart, Giant, Rumah Sakit Mitra Keluarga, Terminal Bungurasih serta akses Jalan Tol Waru, harga yang ditawarkan juga masih terjangkau. Satu lagi keuntungan yang anda dapatkan adalah penawaran ini di Cluster yang terdepan & pertama dari 7 Cluster yang direncanakan yang tentunya akan memberikan nilai investasi yang tinggi.

PILIHAN TYPE RUMAH & PENAWARAN UANG MUKA RINGAN

Dikembangkan diatas tanah seluas 33 hektar, Jaya Maspion Permata yang merupakan persembahan terbaru dari PT.Jayaland menawarkan sebuah kawasan hunian yang dilengkapi dengan fasilitas antara lain Commercial Area, Community Center, Children Playground, dan One gate System.

Type yang kami tawarkan mulai dari T. 39/90 sampai T. 83/135 ( 4 Kamar tidur) dengan design modern minimalis. Rumah yang terbangun nantinya sudah dilengkapi dengan pagar belakang & depan, dengan utilitas air PDAM. Saat ini banyak rumah yang telah terbangun dan sudah diserahterimakan ke konsumen. Tunggu apalagi segera putuskan untuk membeli rumah idaman di Jaya maspion Permata, dengan harga mulai 197 juta. Kemudahan yang lain adalah Uang Muka minimal 10%, yang bisa diangsur maksimal 8 bulan.

Informasi lebih lanjut kunjungi website kami : http://www.bestsurabayaproperty.com/regency/jaya-maspion-permata/.

perumahan-jaya-maspion-permataperumahan-jaya-maspion-permata-3

perumahan-jaya-maspion-permata-4perumahan-jaya-maspion-permata-2

Progres pembangunan Perumahan Jaya Maspion Permata telah mencapai 100 unit rumah yang siap penyerahan bulan ini hingga dua bulan ke depan